my mesin jahit
                                                                                                                                                                                                                                             Image result for mesin jahit

Jenis-Jenis Mesin Jahit Dan Fungsinya

Bisnis Konfeksi – Jenis-Jenis Mesin Jahit Dan Fungsinya. Dulu kita hanya mengenal jenis mesin jahit manual atau mesin jahit tradisional. Akan tetapi sekarang sudah banyak jenis mesin jahit modern, mulai dari mesin jahit listrik hingga mesin jahit komputer. Jenis-jenis mesin jahit yang berkembang sekarang ini tak lain karena kemajuan teknologi yang luar biasa.
Apabila Anda berencana untuk membeli mesin jahit, maka Anda perlu mengetahui jenis-jenis mesin jahit terlebih dahulu. agar Anda bisa mementukan pilihan dengan tepat. Terlebih lagi jika ingin membuka usaha konveksi, Anda wajib mengetahuinya. Sekedar pendapat saja kalau menurut admin menggeluti usaha konveksi memang masih sangat terbuka lebar. Banyak yang berhasil setelah mengembangkan usaha dibidang ini. Mengingat jumlah penduduk Indonesia yang telah mencapai 250 juta jiwa. Secara tidak langsung kebutuhan akan sandang akan semakin melonjak tiap tahunnya.
Namun dizaman yang serba maju ini masih ada tukang jahit yang masih menggunakan jenis mesin jahit tradisional. Salah satu penyebabnya mungkin karenba penjahit tersebut ingin menjaga warisan orang tuanya atau memang tidak mampu untuk membeli mesin jahit modern.
Dilihat dari cara pengoprasiannya, terdapat tiga jenis mesin jahit yaitu:
1. Jenis Mesin Jahit Tradisional
Awalnya mesin jahit ini hanya dapat dimanfaatkan untuk menjahit jahitan rantai. Disatu sisi jahitan rantai memang mudah lepas sehingga kurang bagus untuk menjaga keawtan pakaian. Namun penjahit tidak kehabisan akal, disini mereka membuat jahitan kunci dengan menggunakan dua benang yang sejajar. Akhirnya mesin jahit manual inipun bisa digunakan untuk menjahit jahitan dekoratif dan zigzag. Merk yang terkenal adalah Butterfly dan Singer.
mesin jahit
mesin jahit singer klasik
2. Jenis Mesin Jahit Listrik
Seperti namanya mesin jahit ini dioperasikan dengan tenaga listrik. Gerakan ritmik jarum yang dihasilkan oleh impulse listrik lalu diimbangi dengan dorongan kain saat dijahit. Tentu saja proktivitas dan efisiensi lebih tinggi jika kita memakai mesin jahit listrik ini. Merk terkenalnya msih didominasi oleh Singer.
singer listrik
mesin jahit singer listrik
3. Jenis Mesin Jahit Komputer
Mesin jahit ini adalah yang paling canggih karena pengoprasiannya sudah menggunakan operasi komputer. Mesin jahit komputer bekerja secara otomatis mengikuti pola yang telah dibuat dengan komputer dan berhenti secara otomatis pula. Mikroprosesor pada komputer lah yang membuat mesin jahit bekerja dengan kemampuan yang paling tinggi. Merk Brother adalah salah satu jenis yang cukup terkenal.
brother mesin jahit
msein jahit brother
Demikian artikel untuk Jenis-Jenis Mesin Jahit Dan Fungsinya.

Tags:

1. Proses Penyadapan atau Pengambilan Nira Kelapa (Nderes)
nderes - pengambilan Nira kelapa untuk Gula Merah
Pohon baru bisa disadap bila telah menghasilkan 3 tandan bunga yang baru membuka dan tandan yang termuda sudah mencapai 20 cm panjangnya. Pada kelapa Kampung atau kelapato dalam umumnya sekitar umur 8 tahun, dan 4 tahun untuk kelapa hybrida. Mahkota pohon perlu dibersihkan dari semua kotoran begitu pula alat-alat yang akan digunakan harus dalam keadaan bersih.
Nira diperoleh dari tandan yang seludangnya belum mekar yang cocok biasaya apabila tandan bunga yang muncul terakhir berukuran 15-20cm maka pilihlah mayang yang ketiga dari terakhir.
Ada beberapa cara untuk menyadap tangkai bunga kelapa ini :
  • Tangkai bunganya  dibersihkan dari kulitnya kemudian dikat dengan janur yang masih muda diamkan selama 2-3 hari,setelah 3hari mayang tersebut di rundukkan parlahan-lahan hingga membentuk sudut 60° dengan garis vertikal dan diikat agar tetap pada posisi.kemudian mayangnya dipotong dengan pisau/arit deres yang tajam.
  • Tangkai bunga dengan kulitnya yang terpilih dililit menggunakan rafia,dengan cara ini mayang kelapa bisa langsung di bekuk/diikat tapi sedikit sedikit agar batang mayang tidak patah,setelah 2 hari baru diiris.dengan cara ini penyadapan akan lebih mudah karena mayang tetap muda dan mayang lebih lama waktu sadapnya.
  • Mayang dipotong ujungnya ± 10 cm dengan pisau tajam. Kira-kira seminggu kemudian niranya sudah akan keluar.satu pohon kelapa normalnya menghasilkan 3-10 liter nira.
  • Agar niranya tidak asam, kotorannya mengendap dan gulanya nanti berwarna kuning muda kedalam wadahnya perlu diberi 1 sendok makan kapur sirih atau larutan Na-bisulfit secukupnya (1 sendok Nabisulfit dalam 2 liter air). atau sodium methabishulfit 1gr/liter .warna gula dapat ditentukan dengan pekat/tidaknya larutan ini.
  • Penyadapan dilakukan pagi sebelum pukul 08.00 dan sore setelah pukul 16.00
  • Sebelum bumbung/wadah dipasang kembali guna penderesan berikutnya, mayang dipotong sedikit dengan sekali sentuhan agar bisa melancarkan keluarnya nira
  • Setiap mayang dapat diambil niranya selama ± 40 hari, pagi dan sore hari
  • Nira yang baik bercirikan masih segar, rasa manis, harum, tidak berwarna dan derajat keasaman (pH)nya antara 6,0 – 7,0
  • Nira yang jelek pHnya >6,0 dan bila digunakan, mutu gulanya akan jelek
2. Proses Pengolahan Nira Menjadi Gula Kelapa
  • Nira yang telah diperoleh disaring, selanjutnya dimasukkan kedalam wajan/panci
  • Nira dimasak dengan panas yang konstan pakai bahan bakar kayu/seresah atau bahan bakar lainnya
  • Lama pemasakan tergantung dari banyaknya nira yang dimasak. ± 15 menit sebelum gulanya masak atau dalam fase nyengka(sunda)?semengka diberi 100 cc santan (1 butir kelapa parutan dicampur 100 cc air)ataupun parutan kelapanya,atau minyak goreng satu sendok makan.gunanya untuk mempercepat proses pengentalan gula merah.
pemasakan nira unt gula merah kelapa
  • Gula merah cair yang belum mengental diaduk cepat dengan arah memutar
  • Jika telah mengental dan berwarna kemerahan dituang kedalam cetakan. ± 10 menit kemudian cairannya sudah padat, berarti proses pembuatannya telah selesai.
pemasakan nira unt gula jawa
  • Cetakan ada yang menggunakan dari bambu,cetakan pbrikan dan ditempat saya menggunakan. baskom kecil ukuran 0,5 -1 kg sehingga kualitas gula dengan ukuran ini harganya lebih murah.
  • Bila menggunakan tempurung kelapa, pada tahap pertama diisi 3/4 bahannya terlebih dahulu, lalu didinginkan selama 15 merit.
  • Keluarkan dari cetakannya setelah mengeras, lalu tempelkan pada gula yang ada dicetakan lainnya, agar bentuk yang dihasilkan identik satu dengan yang lainnya.
gula kelapa gula merah cetak
  • Agar tidak lengket satu sama lainnya, diantara gala-gala tersebut dialasdaun pisang yang sudah tua serta kering.
  • Pengepakan dapat juga dilakukan memakai keranjang bambu dengan dilapisi daun pisang kering atau daun jati kering. atau didalam peti  kayu dilapiasi plastik.
  • Dengan cara pengepakan seperti ini gula dapat bertahan ± 1 bulan.
Kualitas/mutu gula kelapa dibagi dalam :
1. Mutu Super, adalah gula kelapa yang keras dan berwarna cerah/ coklat ke-kuning-kuningan. 
2. Mutu A, adalah gula kelapa yang keras dan berwarna ke-coklat-coklatan; dan 
3. Mutu B, adalah gula kelapa yang agak lembek, berwarna coklat ke-hitam-hitaman.

Jenis-Jenis Konjungsi


Berdasarkan fungsinya konjungsi dikelompokan ke dalam tiga bentuk, diantaranya adalah:

1. Konjungsi antar klausa

Konjungsi antar klausa adalah kata hubung yang mengubungkan dua buah klausa atau lebih. Ada tiga macam konjungsi antara klausa, yaitu, korelatif, subordinatif, dan koordinatif.

A. Konjungsi korelatif

konjungsi ini menghubungkan dua buah klausa yang memiliki hubungan sintaksis setara.

Macam-macam konjungsi korelatif:

baik … maupun …
tidak hanya …, tetapi ( …) juga …
bukan hanya …, melainkan …
(se)demikian (rupa) … sehingga…
apa(kah) … atau …
entah … entah …
jangankan…,…pun… . 

Contoh:

Baik Riski maupun Nasar keduanya adalah anak yang baik.
Budi bukan hanya pelukis yang handal, tetapi juga sebagai seniman yang cerdas.
Jangankan uang segudang, sepeser pun aku tak punya. 
Aku tidak tahu harus berbuat apa entah pergi saja entah datang menemuinya.
Dia menghias bunga itu sedemikian rupa sehingga terlihat sangat indah.

B. Konjungsi subordinatif

Konjungsi ini menghubungkan dua buah klausa yang memiliki hubungan sintaksis yang tidak sama (bertingkat).
Macam-macam konjungsi subordinatif:

…..sebelum…
jika…., maka….
…agar….
Meskipun/bagaimanapun….. , …..
dan lain-lain.

Contoh:

Ani telah pergi ke Jakarta sebelum Budi datang menyusulnya.
Meskipun dia miskin, dia sangat dermawan kepada setiap orang.
Saya giat belajar agar tidak menjadi anak yang malas.
Jika aku memliki banyak uang, aku akan pergi ke luar negeri.
Meskipun dia sangat nakal, bagaimanapun juga orang tuanya tetap menyayanginya.

c. Konjungsi koordnatif

Konjungsi ini sama seperti korelatif yaitu menghubungkan dua buah klausa yang sejajar, tetapi konjungsi ini hanya terjadi pada klausa-klausa yang sederhana.

Macam-macam konjungsi koordinatif

…. dan …
… tetapi …
… atau …

Contoh:

Andi membeli buku dan baju di toko itu.
Aku ingin pergi tetapi tidak diijinkan oleh ayahku.
Kau boleh datang bersamaku tau bersama Indri.

Advertisement
2. Konjungsi antar kalimat

Konjungsi antar kalimat adalah kata hubung yang menghubungkan antara satu kalimat dengan kalimat yang lain sehingga kalimat menjadi logis.

Macam-macam konjungsi antar kalimat:

Menyatakan konsekuensi/akibat:
Dengan demikian, akibatnya, konsekuensinya.

Menyatakan kesediaan untuk melakukan sesuatu:
Biarpun demikian/begitu, walaupun demikian/begitu, Meskipun demikian/begitu

Menyatakan suatu kebalikan dari pernyataan sebelumnya:
Sebaliknya, berbeda dengan

Menyatakan peristiwa, atau keadaan lain di luar hal yang telah dinyatakan sebelumnya:
Kemudian, sesudah/setelah itu, selanjutnya

Menyatakan keadaan yang sebenarnya terjadi:
Bahwasanya, sebenarnya , sesungguhnya

Menguatkan keadaan yang dinyatakan sebelumnya:
Bahkan, Tak hanya itu, malahan

Mempertentangkan keadaan sebelumnya:
Sayangnya, Akan tetapi, namun, kecuali

Oleh karena konjungsi ini merupakan penghubung antar kalimat, maka konjungsi-konjungsi tersebut diawali dengan huruf kapital.

Contoh:

Andi suka sekali menolong orang banyak. Akibatnya dia menjadi popular di kalangan wanita.
Pertama-tama kita harus membuat kerangka. Setelah itu kita mulai mendesignnya.
Dewi alergi terhadap buah durian. Bahkan dia akan muntah jika mencium baunya.
Shinta adalah gadis yang sangat cantik. Sayangnya sikapnya tidak seperti rupa wajahnya.
Dia hidup dengan sangat sederhana. Sebenarnya dia adalah anak orang kaya.
Kakak Budi orang yang sangat pintar. Sebaliknya Budi adalah anak yang bodoh.

3. Konjungsi antar paragraf

Konjungsi antar paragraf adalah kata-kata penghubung yang menghubungkan antar paragraf. Konjungsi ini berguna untuk menjadikan suatu paragrag unity, coherent, dan sistematis.

Macam-macam konjungsi antar paragraf:

Terlebih lagi
Disamping…..
Tak hanya sebagai …
Oleh karena itu…
Berdasarkan …

Contoh:

Burung adalah hewan yang sangat banyak ditemui. Hampir di semua tempat di dunia ini bisa kita jumpai berbagai macam burung seperti di dalam hutan, perkotaan. Bahkan ada juga di padang pasir. Hal ini karena daya adaptasi burung yang sangat bagus terhadap lingkungannya.   

Selain itu, burung juga memiliki tingkat reproduksi yang baik. Pada umumnya setiap induk burung mampu menghasilkan 4 atau lebih telur dalam sekali bereproduksi.

Terlebih lagi, burung juga sangat berguna bagi manusia seperti menjadi hewan peliharaan, bahan makanan, dan lain-lain. tak heran burung sering dikembangbiakan oleh manusia.

Oleh karena itu, populasi burung di dunia ini tetap terjaga dan sulit untuk punah. Hal tersebut mungkin terjadi karena daya adapatasinya yang tinggi, reproduksinya yang cepat, dan juga dikembangbakan oleh manusia.

Scouting came to Indonesia in 1912, as a branch of the Nederlandse Padvinders Organisatie (NPO, Netherlands Pathfinder Organisation). After 1916 it was called the Nederland Indische Padvinders Vereeniging(Netherlands Indies Scout Movement). Other Scouting organizations were established by the Indonesia Scoutsin 1916. As the Dutch East Indies, Indonesia had been a branch of the Netherlands Scout Association, yet Scouting was very popular, and had achieved great numbers and standards.
File:Jamboree is in aantocht, Indische padvinders in Amsterdam Weeknummer 37-30 - Open Beelden - 16661.ogv
Boy Scouts from the Netherlands Indies at the World Scout Jamboree in the Netherlands (1937)
When Indonesia became an independent country, there were more than 60 separate Boy Scout and Girl Guide organizations. Most were directly affiliated with some certain political parties or social groups. Attempts were made to unify all Scout organizations into one.
The thousands of islands made administration and supervision difficult, and the Japanese occupation caused some twenty separate Scout organizations to spring up, and it took time for them to coalesce. In September 1951 thirteen of the stronger Scout organizations met and decided to found a federating body to satisfy national and international needs. Ikatan Pandu Indonesia - Ipindo for short - came into being. Ipindo's motto was "Sedia", means "Be Prepared" in EnglishTuan Soemardjo was elected chief commissioner, and Dr.Bahder Djohan, an old Scout and Minister of Education, became honorary President. Government approval of Ipindo was granted on February 22, 1952, and President Sukarno consented to become patron of the unifying and correlating National Scout Council. Indonesia has been a member of WOSM since 1953. Soon, other Scout and Guide organizations began to merge into Ipindo.
Gerakan Pramuka celebrated its 50th anniversary in 2011
With the 1961 decision to absorb the Fadjar Harapan Pioneer movement organization (founded in 1959), the establishment of a single Scout Movement organziation in Indonesia called "Gerakan Pramuka" was officially complete. In May 1961, the then President of Indonesia, Sukarno, signed a presidential regulation making Gerakan Pramuka the official Scout and Guide organization in Indonesia.
Gerakan Pramuka is a former member of the World Association of Girl Guides and Girl Scouts, having left WAGGGS and joined WOSM also for the girls in 2002.
After Sri Sultan Hamengkubuwono IX, other Indonesian recipients of the Bronze Wolf, the only distinction of theWorld Organization of the Scout Movement, awarded by the World Scout Committee for exceptional services to world Scouting, include Abdul Azis Saleh in 1978, John Beng Kiat Liem in 1982 and retired Lieutenant GeneralMashudi in 1985.

Programme[edit]

the logo is simply the sprouting coconut seed
The Indonesia Scout Movement incorporates both boys and girls. It is an educational movement through Scouting activities, the education being directed toward a new, just, peaceful and prosperous Indonesian community based on the national ideology.[citation needed] Activities of the boys and girls are conducted separately from one another. They have joint activities whenever possible and necessary. Management of the Scout Movement is carried out by the National Headquarters.
Education for young members is carried out through activities to achieve General Skill Requirements (Syarat Kecakapan Umum/SKU) and Special Skill Requirements (Syarat Kecakapan Khusus/SKK) (merit badge system) towards achieving Garuda Scout.
To achieve the goals of Scouting, activities are carried out on the group and national level. Routine activities are focused on the development of character, patriotism, physical fitness, skill and intelligence of the Scouts themselves which are very important for their future life. Activities of the special troops are organized in order to develop specific personal interest and talent and enable them to serve the community with the knowledge, ability and skill he/she have learned.
The Scouts take an active part in community development service projects. They take an active part in combating illiteracy. The success of the campaign against illiteracy in one province, gained the Scouts worldwide recognition and won them a UNESCO award.[citation needed]
The Scouts also participate in the drive to improve health and nutrition in the community, especially children under five years of age. Acting as extension workers, they practice how to raise cattle, fish, breed hens and grow vegetables.
Ensign
The Scout emblem incorporates the seed of the coconut palm, a common native Indonesian plant and all parts of which are used in Indonesian everyday life, symbolizing the philosophy of a true Scout, who must make him or herself useful in all aspects of life. The seed form represents the growing spirit, physical toughness, adaptability, and high aspiration of the Scout.

Age groups[edit]

Gerakan Pramuka is divided in two major educational groups: the member section and the adult section. The first is divided in further age-groups with different educational systems, the second provides the leaders and supports the younger members.
The age-groups are:
  • Cub Scouts ("Pramuka Siaga") ages 7 to 10, or equal to elementary school's 1st-3rd grade, consists of:
    • Siaga Mula
    • Siaga Bantu
    • Siaga Tata
  • Scouts ("Pramuka Penggalang") – ages 11 to 15, or equal to elementary school's 4th-6th grade and junior high school's 7th-9th grade, consists of:
    • Penggalang Ramu
    • Penggalang Rakit
    • Penggalang Terap
  • Rover Scouts ("Pramuka Penegak") – ages 16 to 20, or equal to senior high school's 10th-12th grade, consists of:
  • Senior Rover Scouts ("Pramuka Pandega") – ages 21 to 25, or equal to academy/university students.
  • Adult members – ages 26 and older

Awards[edit]

Activities are mainly carried out to achieve advancement through the Syarat kecakapan Umum (SKU) or Advancement Badge and Syarat Kecakapan Khusus (TKK) or Merit Badge system. The highest rank in each age group is Pramuka Garuda (Eagle Scout).

Rover Scout Special Unit[edit]

In Pramuka, there are Rover Scout Special Unit called Satuan Karya (SAKA). In those units, the Rovers are able to learn various skills to be specialist that are useful for their future careers as well as to provide services to the community. There are nine different units:
  • Law Enforcement Special Unit (Saka Bhayangkara)
  • Air Mindedness Special Unit (Saka Dirgantara)
  • Sea and Maritime Special Unit (Saka Bahari)
  • Health Care And Services Special Unit (Saka Bhakti Husada)
  • Population And Family Planning Special Unit (Saka Kencana/Saka Keluarga Berencana)
  • Plantation And Agriculture Special Unit (Saka Taruna Bumi)
  • Forest Preserver Special Unit (Saka Wana Bhakti)
  • Homeland Defense Special Unit (Saka Wira Kartika)
  • Tourism Guide Special Unit (Saka Pariwisata)
  • Telecomunication An Informatica Special Unit (Saka Telematika)

Scout Law (Dasa Dharma)[edit]

Indonesian Scouts at Prambanan(8th National Rover Moot) in 2003
  • Believe in God the Almighty
  • Preserve nature and love each other
  • Be an affable and knightly patriot
  • Be obedient and collegial
  • Help others with compliance and resilience
  • Be diligent, skilled and cheerful
  • Be provident and simple
  • Exercise discipline, be brave and faithful
  • Be accountable and trustworthy
  • Have purity in mind, word and act

Scout Promise (Tri Satya)[edit]

On My Honour, I promise that I will do my best to:
  • Fulfill my obligation to God and the Republic of Indonesia, and to obey Pancasila
  • Help other people and get involved in community building
  • Obey the Scout Law.

National Special Scout Jamborees[edit]

A National Special Scout Jamboree is held every five years for disabled Scouts. The seventh National Special Scouts Jamboree was held in 2007, in East Jakarta. The first jamboree of this sort to be held in Indonesia was in 1972.[2]

International units in Indonesia[edit]

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme